Selasa, 05 Januari 2016

Anda Magnet Rejeki Atau Sekat Rejeki?

Anda Magnet Rejeki Atau Sekat Rejeki?

Mungkinkah kita menjadi Magnet Rejeki atau malah sebaliknya menjadi Sekat Rejeki?

Tulisan ini bagian dari seri mengenai NLP, Rejeki dan Keberuntungan yang saya tuliskan di web ini, untuk membantu teman-teman lebih mudah menggapai keinginan dalam hidup.
Banyak orang mengikuti kursus sukses, kursus cara investasi, kursus cara beli properti, saham, gadai emas, dan lain-lain, namun ternyata belum juga bergerak untuk mengambil aksi. Bahkan ia sudah mengikuti kursus perubahan mindset mengenai keuangan, namun hasilnya sama saja, tidak kemana-mana.Apa yang sebenarnya terjadi?
Banyak guru-guru sukses, seperti para pelatih Sukses Finansial, menganggap bahwa tidak ada gunanya mengajarkan mengenai mindset-uang. Bagi mereka, dalam mentraining, yang penting adalah action. Kalimat-kalimat seperti ini tipikal sekali, diucapkan oleh mereka.
Mereka menganggap bahwa semua orang itu punya daya pikiran yang sama. Yang tidak mereka sadari adalah, para guru Sukses Finansial ini memang (dari sononya) SUDAH punya mindset yang tepat untuk belajar mengenai keuangan. Sehingga ketika mereka diperkenalkan dengan instrumen investasi dan proteksi keuangan, mereka sendiri langsung bisa melakukan action.
Pengalaman yang sifatnya pribadional (spesifik untuk dirinya) ini kemudian digeneralisasi ke semua orang, bahwa belajar mindset keuangan itu cuma buang-buang waktu saja. Bahkan mereka cenderung menertawakan ide , bahwa untuk sukse keuangan butuh mindset yang tepat. Mereka kemudian mengganggap semua traineenya akan sama dengan mereka. Tidak perlu mindset yang tepat mengenai uang, cukup langsung action saja.
Jika diumpamakan, mereka ini mirip dengan penjual printer, dan berpikir bahwa semua komputer bisa dikonekkan langsung ke printernya, tanpa perlu diinstall software / driver printer yang sesuai. Mereka lupa (atau tidak tahu), bahwa komputernya sendiri -yang dipakai untuk demo- ternyata sudah diinstall software / driver oleh teknisidi kantornya.
Mereka kemudian kaget, saat printer yang dijualnya tidak bisa dioperasikan dari komputer para customernya. Kemudian mereka menylahkan customernya bahwa mereka “kurang action”.
Tipikal… tipikal….
Sebagian guru-guru Pelatihan Sukses Financial sudah menyadari mengenai pentingnya mindset yang tepat mengenai keuangan ini. Misal, jika mindset belum tepat maka ada peluang sebesar apapun akan dirasakan tidak mampu, atau ketika baru memiliki sedikit kekayaan sudah langsung habis dibelanjakan untuk foya-foya.
Anda mungkin pernah mendengar beberapa atlit nasional yang karena suatu sebab, kemudian menjadi juara dunia. Nasib berubah secara menakjubkan, terjadi hujan hadiah dan rejeki dari mana-mana.Tiba-tiba atlit itu menjadi super kaya secara mendadak… Kehidupan bak raja, uang ada dimana-mana.
2 tahun kemudian apa yang terjadi?
Atlit itu kembali terlunta-lunta kembali mengais rejeki, seolah dia dihalangi sekat dari rejeki. Kembali miskin papa, tidak punya apa-apa. Harta lenyap tak berbekas.
Di Indonesia, kita mencatat banyak peristiwa seperti ini. Kaya mendadak, mind-set belum siap memegang ‘amanah’ rejeki yang besar. Maka gaya hidup dan pola pikir masih seperti orang miskin yang mendadak kaya. Harta ambles dipakai foya-foya, tertipu, atau salah investasi.
Nah, umumnya kondisi ini dipahami oleh sebagian trainer sukses finansial, sayangnya mereka mengajarkan cara perubahan mindset cuma dengan penjelasan teoritis, melalui proses awareness. Mereka menyebutkan dan menjelaskan berbagai mindset yang salah mengenai sukses-finansial, dan meminta peserta training untuk mengenali mind-set-nya yang keliru. Kemudian dari sini, mereka berharap bahwa dengan mengetahui kekeliruan mindsetnya, maka orang akan keluar dari mindset keliru itu.
Benarkah manjur?

Perlu diketahui, bahwa tidak selalu proses awareness itu menghasilkan perubahan yang diinginkan. Justru lebih seringnya, proses awareness malah membuat seseorang yang baru saja menyadari permasalahannya akan membenarkan mengapa dirinya bermasalah. Terutama, jika awareness ini diberikan dengan menjelaskan mengenai penyebab persoalan.
Misal,
Seseorang merasa dirinya selalu mengalami kegagalam dalam proses mendapatkan rejeki. Tiap kali hampir dapat bisnis gede, selalu ada saja yang terjadi sehingga gagal, dan tidak jadi mendapatkan bisnis itu. Kemudian melalui proses pelatihan, akhirnya ia menyadari bahwa ia memiliki belief bahwa “orang kaya itu selalu jahat”. Rupanya ini ditanamkan sejak kecil oleh orang tuanya. Selama ini ia tidak menyadari, karena itu dibawah sadarnya, melalui proses awareness dalam training ia kemudian menyadari hal itu.
Yang terjadi kemudian adalah bukan seperti yang diinginkan. Sejak saat itu ia justru menjadi memaklumni kenapa dirinya selalu gagal bisnis, sebab ia makin yakin bahwa karena ada belief yang menacap kuat yang ditanamkan orang tuanya.
Lucu sekali, proses awareness yang harusnya membuat perubahan, malah ternyata menghasilkan penguatan, karena malah sekarang belief itu eksis di bawah sadar dan di kesadaran. Ini disebabkan karena, proses awareness yang TIDAK diikuti dengan mekanisme penghancuran belief itu menggunakan cara-cara yang bisa menembus bawah sadar.
Untuk mempermudah pemahaman, maka tulisan ini kita simpulkan bahwa: “Perlu suatu mekanisme yang dapat menembus bawah sadar, untuk mengubah sistem kepercayaan dan software mental yang membelenggu kesuksesan dibidang finansial. Tidak cukup hanya training finansial teknis dan awareness saja.”

Demikian tulisan mengenai Magnet Rejeki. Tunggu kelanjutan tulisan ini dalam seri Rejeki, NLP dan Keberuntungan selanjutnya.
Kita beruntung memiliki website canggih yang bisa menghasilkan uang MILYARAN setiap hari.
Pasti booming sobat, segera ambil posisi.
Perlu modal 250 rb saja untuk penghasilan milyaran

Hub 085377642187 dan pin 59C5F03D
Trend250, komunitas tren250, bisnis online, bisnis trend250, komunitas dahsyat trend250,trend250 booming 2016