Anda Magnet Rejeki Atau Sekat
Rejeki?
Mungkinkah kita menjadi Magnet
Rejeki atau malah sebaliknya menjadi Sekat Rejeki?
Tulisan ini bagian dari seri mengenai NLP, Rejeki dan
Keberuntungan yang saya tuliskan di web ini, untuk membantu teman-teman lebih mudah
menggapai keinginan dalam hidup.
Banyak orang mengikuti kursus sukses, kursus cara
investasi, kursus cara beli properti, saham, gadai emas, dan lain-lain, namun
ternyata belum juga bergerak untuk mengambil aksi. Bahkan ia sudah mengikuti
kursus perubahan mindset mengenai keuangan, namun hasilnya sama saja, tidak
kemana-mana.Apa yang sebenarnya terjadi?
Banyak guru-guru sukses, seperti para pelatih Sukses Finansial,
menganggap bahwa tidak ada gunanya mengajarkan mengenai mindset-uang. Bagi
mereka, dalam mentraining, yang penting adalah action. Kalimat-kalimat seperti ini tipikal
sekali, diucapkan oleh mereka.
Mereka menganggap bahwa semua orang itu punya daya
pikiran yang sama. Yang tidak mereka sadari adalah, para guru
Sukses Finansial ini memang (dari sononya) SUDAH punya mindset yang tepat
untuk belajar mengenai keuangan. Sehingga ketika mereka diperkenalkan dengan
instrumen investasi dan proteksi keuangan, mereka sendiri langsung bisa
melakukan action.
Pengalaman yang sifatnya pribadional (spesifik untuk
dirinya) ini kemudian digeneralisasi ke semua orang, bahwa belajar mindset
keuangan itu cuma buang-buang waktu saja. Bahkan mereka cenderung menertawakan
ide , bahwa untuk sukse keuangan butuh mindset yang tepat. Mereka kemudian
mengganggap semua traineenya akan sama dengan mereka. Tidak perlu mindset yang
tepat mengenai uang, cukup langsung action
saja.
Jika diumpamakan, mereka ini mirip dengan penjual
printer, dan berpikir bahwa semua komputer bisa dikonekkan langsung ke
printernya, tanpa perlu diinstall software / driver printer yang sesuai. Mereka
lupa (atau tidak tahu), bahwa komputernya sendiri -yang dipakai untuk demo-
ternyata sudah diinstall software / driver oleh teknisidi kantornya.
Mereka kemudian kaget, saat printer yang dijualnya
tidak bisa dioperasikan dari komputer para customernya. Kemudian mereka
menylahkan customernya bahwa mereka “kurang action”.
Tipikal… tipikal….
Sebagian guru-guru Pelatihan Sukses Financial sudah
menyadari mengenai pentingnya mindset yang tepat mengenai keuangan ini. Misal,
jika mindset belum tepat maka ada peluang sebesar apapun akan dirasakan tidak
mampu, atau ketika baru memiliki sedikit kekayaan sudah langsung habis dibelanjakan
untuk foya-foya.
Anda mungkin pernah mendengar beberapa atlit nasional
yang karena suatu sebab, kemudian menjadi juara dunia. Nasib berubah secara
menakjubkan, terjadi hujan hadiah dan rejeki dari mana-mana.Tiba-tiba atlit itu
menjadi super kaya secara mendadak… Kehidupan bak raja, uang ada dimana-mana.
2 tahun kemudian apa yang terjadi?
Atlit itu kembali terlunta-lunta kembali mengais
rejeki, seolah dia dihalangi sekat dari rejeki. Kembali miskin papa, tidak
punya apa-apa. Harta lenyap tak berbekas.
Di Indonesia, kita mencatat banyak peristiwa seperti
ini. Kaya mendadak, mind-set
belum siap memegang ‘amanah’ rejeki yang besar. Maka gaya hidup dan pola pikir
masih seperti orang miskin yang mendadak kaya. Harta ambles dipakai foya-foya,
tertipu, atau salah investasi.
Nah, umumnya kondisi ini dipahami oleh sebagian
trainer sukses finansial, sayangnya mereka mengajarkan cara perubahan mindset
cuma dengan penjelasan teoritis, melalui proses awareness. Mereka menyebutkan dan menjelaskan
berbagai mindset yang salah mengenai sukses-finansial, dan meminta peserta
training untuk mengenali mind-set-nya yang keliru. Kemudian dari sini, mereka
berharap bahwa dengan mengetahui kekeliruan mindsetnya, maka orang akan keluar
dari mindset keliru itu.
Benarkah manjur?
Perlu diketahui, bahwa tidak selalu proses awareness itu menghasilkan
perubahan yang diinginkan. Justru lebih seringnya, proses awareness malah membuat
seseorang yang baru saja menyadari permasalahannya akan membenarkan mengapa
dirinya bermasalah. Terutama, jika awareness ini diberikan dengan menjelaskan
mengenai penyebab persoalan.
Misal,
Seseorang merasa dirinya selalu mengalami kegagalam
dalam proses mendapatkan rejeki. Tiap kali hampir dapat bisnis gede, selalu ada
saja yang terjadi sehingga gagal, dan tidak jadi mendapatkan bisnis itu.
Kemudian melalui proses pelatihan, akhirnya ia menyadari bahwa ia memiliki
belief bahwa “orang kaya itu selalu jahat”. Rupanya ini ditanamkan sejak kecil
oleh orang tuanya. Selama ini ia tidak menyadari, karena itu dibawah sadarnya,
melalui proses awareness dalam training ia kemudian menyadari hal itu.
Yang terjadi kemudian adalah bukan seperti yang diinginkan. Sejak saat itu ia justru
menjadi memaklumni kenapa dirinya selalu gagal bisnis, sebab ia makin yakin
bahwa karena ada belief yang menacap kuat yang ditanamkan orang tuanya.
Lucu sekali, proses awareness yang harusnya membuat
perubahan, malah ternyata menghasilkan penguatan, karena malah sekarang belief
itu eksis di bawah sadar dan di kesadaran. Ini disebabkan karena, proses
awareness yang TIDAK diikuti dengan mekanisme penghancuran belief itu
menggunakan cara-cara yang bisa menembus bawah sadar.
Untuk mempermudah pemahaman, maka tulisan ini kita
simpulkan bahwa: “Perlu suatu
mekanisme yang dapat menembus bawah sadar, untuk mengubah sistem kepercayaan
dan software mental yang membelenggu kesuksesan dibidang finansial. Tidak cukup
hanya training finansial teknis dan awareness saja.”
Demikian tulisan mengenai Magnet Rejeki. Tunggu
kelanjutan tulisan ini dalam seri Rejeki, NLP dan Keberuntungan selanjutnya.
Kita beruntung memiliki
website canggih yang bisa menghasilkan uang MILYARAN setiap hari.
Pasti booming sobat, segera
ambil posisi.
Perlu modal 250 rb saja untuk penghasilan milyaran
Hub 085377642187 dan pin 59C5F03D
Trend250,
komunitas tren250, bisnis online, bisnis trend250, komunitas dahsyat
trend250,trend250 booming 2016